Senin, 05 Mei 2014

Aku dan Anto yang Kehausan

Sebut saja namaku Mawar, janda anak 3 yang ditinggal suami karena persoalan pelik dalam rumah tanggaku. Aku sudah bekerja di sebuah instansi tp sedang melanjutkan kuliah sarjana di sebuah kota kabupaten. Perjalanan cinta terlarangku dengan Anto terbilang panjang dan amat mengesankan. Dia juga ditinggal isterinya karena persoalan pelik dalam rumah tangganya. Ruas ketemu buku istilahnya. Dia membuka usaha mebeller dan cukup terampil dalam bidangnya. Ketika memulai perkuliahan di awal Tahun, aku tinggal di sebuah kontrakan bersama rekan-rekan seprofesiku dan mempunyai bapak kos yang super genit. Sejak di kos itu aku belum mengenal Anto, tetapi aku udah menjalani hubungan terlarang dengan beberapa orang, yang biasa ku bawa masuk ke kos-kosan kalau lagi sepi atau dengan dalil bahwa kami adalah saudara, maka saya diijinkan untuk tidur dengan selingkuhan2ku. Suatu waktu sebut saja Ronny datang dari kampung sesuai dengan perjanjian denganku, memang kami seasal dan masih sepupu jauh, tapi kedewasaannya membuatku merasa nyaman berada di dekatnya. "Mawar, ada yang datang tuh" kata temanku. "Ohhh mari,,,, aduh kakak, udah lama datangnya? " kataku basa-basi sekenanya. sejak kedatangannya jam 6 sore dia terus berada di kamarku, lalu kami keluar sebentar untuk mencari makan malam dan dengan alasan masih ada urusan yang harus diselesaikan maka ia pun menginap di kamarku. karena dia saudaraku jadi mereka yang lain tidak curiga. Jam 10 malam lampu dimatikan dan pertempuran dimulai. Ronny memagut2 bibirku dengan nafsu dan aku membalas dengan tak kalah garang. Setelah sekitar 2 menit aku ngos2an, aku mulai memasukkan tangan di balik celananya dan menggembang senjatanya yang udah keras seperti batu. Dia melorotkan baju dan braku kemudian mengemut putingku yang sudah tonjol kecoklatan karena sudah diseram demam birahi. dia menjilat, menggigit, dan menyedot kiri dan kanan bergantian membuat banjir di kedua cela pahaku tak dapat dibendung lagi. selain meremas2 payudaraku, tangan kanannya beroperasi di balik celana dalamku,,mengelitik2 klitorisku tanpa ampun dan klitorisku makin lama makin panjang. "Ronny,,..Ronnyyyyyyyy,,,,,cepat,,,,cepat,,,cepaaaaaaaaaatttttt...." desahku. Ronny makin bersemangat, keringat mengalir deras dari tubuh kami berdua padahal udah tengah malam. Setelah membuka pakaian kami masing2, aku dan Ronny udah benar2 on dan siap tempur. Ronny sering2 menyumpal mulutku dengan sprei karena desahanku terlalu kuat. Akhirnya Ronny membuka pahaku lebar2,,,, mengusap2 memekku sejenak menggunakan penisnya dan..... Sleeeebbhh.... semua penis Ronny amblas dalam vaginaku. Tanpa menunggu Ronny aku mulai meliuk2, menggerakan kiri kanan seperti orang kesetanan dan mulutku tak pernah bisa berhenti "zszzzsssszzzz,,,,ohhhh...zzztttttsssshhh oohhhh uhhhhh Ronnyyyyyyyyyy teruuuuuusssssss,,,, aduh aduuuuuhhhhh  eeeeeee ronnyyyyyyy,,, " Itu kebiasaanku kalau bercinta, mulutku tak pernah diam. Setelah 5 menit aku merasa ada desakan dari dalam perutku yang akan memuncrat keluar. Aku menggoyang dengan kasar, kedua kaki ku gaetkan melilit pantat Ronny hingga kurasakan penisnya menusuk2 dengan amat dalam... aku mencakar2 punggung "Ronny....Ronny...Ronnyyyyyyyyyyyyyyyyyyy,,,," 3 kali menyebut namanya aku terlempar ke awang2,,, muncrat membasahi penis Ronny. "Sayang' Udah??" tanya Ronny. "Iyaaaaaaaaa" jawabku tak bisa menahan sisa sensasi dalam vaginaku. Akhirnya Ronny bertumpu pada kedua tangannya, bergaya Push up. aku mengangkang seluas-luasnya sambil menghitung berapa tusukan yang akan dihujamkan,... kami menghitung bersama2 dengan pelan dan dalam hitungan ke-10 roni menikanm vaginaku kuat-kuat, ditekan sekuat tenaga, merem melek, kemuadian cairan hangat memenuhi vaginaku. " Mawaaaaaaaarrrrrrrr sssshsshhhzhzssshhhhhh,, ah,ah,,ah " desisnya dibarengi hujaman2 kecil menghantar sisa2 sperma terakhir yang mengalir ke rahimku. Setelah itu kami tidur telanjang sampai pagi. setelah sarapan Ronny pamit pulang. Dan kebiasaan itu sering kami lakukan. Kalau di kamar kos keadaannya tidak memungkinkan maka kami akan melakukannya di hotel atau di tempat wisata. Tepat 1 tahun akhirnya aku pindah ke kontrakan baru yang lebih sepi lagi. dan hubunganku dengan Ronny masih berjalan lancar sampai suatu saat ada seorang lelaki 40-an tahun mampir di kontrakan baru kami. setelah bercakap2 sejenak tahulah aku bahwa itu putra mama kosku.. Body paten permanen, ganteng...akhirnya kami tukaran nomor HP. awalnya sms-an biasa-biasa saja. itulah awal perkenalan aku dengan Anto. Dia mulai berani menceritakan masalah RTnya kepada aku dan aku juga sering berbagi cerita dengan dia. Dasar sudah mau ketemu kali ya,,, mempunyai kesamaan nasib membuat kami cepat menjalani hubungan yang spesial. kalau sore kami saling mengingatkan untuk cepat makan, jangan telat tidur dll... berlanjut sampai sms mesra dan romantis.....sampai suatu hari terjadi. Kebetulan suatu kali dia datang ke rumah orang tuanya (kos aku). Sepanjang malam kami ber-sms ria mulai dari hal - hal lucu sampai ke hal2 yg lebih dalam dan membuat birahi memuncak. "Sayang, aku ke kamar kamu ee, bisa ga?" SMS masuk dari seberang. Kontan aja aku jawab bisa, karena emang aku udah horny buanger dan mau merasakan gimana bercinta dengan orang sekekar dia. " mari syang, pintu tdk dikunci, dorong aja.... awas ya!!! "balasku memperingati dia. "Aman". Jawabnya. 2 detik berselang terdengar pintu kamarku didorong halus. kebetulan kamarku ada di luar dekat dapur dan kamar mandi. Tanpa menunggu lama Anto langsung memagut bibirku dengan penuh napsu, karena dia udah lama berpisah dengan isterinya. aku pun membalas tak kalah serunya. "zzsshhhh ahhh shhh" desisku tak tahan dengan sedotan dan permainan lidah Anto. Tak sabar menunggu, aku memasukkan tangan kananku ke dalam celananya..merinding merasakan besar dan panjangnya penis Anto, kukocok2 penisnya dengan cepat lalu dia melorotkan celana dan bajunya sampai bertelanjang bulat. Anto memainkan jarinya di kelentitku dan menusuk2 liangku yang sudah basah dengan cairan dengan sangat cepat menggunakan 2 jari, aku histeris merasakan sensasi yang luar biasa. Setelah dua menit pemanasan, Anto membuka lebar pahaku dengan keras, menjilat sebentar kelentitku, lalu menodoknya dengan keras. itu yg saya harapkan. Dia terus menyodok sambil tangannya beroperasi di payudaraku dan bibirnya berpindah dari mulut ke payudaraku.. Aku meronta-ronta tak mampu menahan gempuran Anto yang tanpa henti menghujam liang vaginaku berkali-kali. setelah 5 menit berselang aku mendesis panjang, kejang, dan merasakan semburan deras dari dalam rahimku. "Sayang,,,cepat,,cepat,,,,aduhhhhhhh...saya keluaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.... zhhhss  zsssshhs zhhsss.. Anto tak mengendorkan goyangannya dan tak lama kemudian dia menekan keras sekali, terasa asam vaginaku seperti terbelah dan semburan hangat memenuhi liangku. "hmmmmmmzzzzhhss.....sayang,,,,mhhhzzzttt.. Akhirnya Anto melorot di sampingku. "Bangun,to, awas ada yang tau". kataku membangunkan Anto yg udah tidur, dia merasa nyaman dan tidak grogi karena itu rumahnya. Setelah dia mengenakan kembali pakayannya, kami berciuman lagi, lalu ia kembali ke kamarnya. sampai sekarang ini hubungan kami masih berlanjut rutin, baik di kamarku, di tempat kerjanya atau di rumah orang tua aku. pokoknya kalau aku butuh tinggal call atau sms aja begitu pun sebaliknya........  bersambung